PANGKALPINANG — Tim terpadu dari pemerintah provinsi, Pemkab Bangka Selatan, dan instansi terkait masih melakukan pendataan dan identifikasi dampak kebakaran yang menghanguskan 500 rumah di Dusun Serdang. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tenda pengungsian dan dapur umum sudah berdiri di lokasi sejak Sabtu malam.
Warga yang kehilangan tempat tinggal ditampung di tenda-tenda darurat di halaman SDN 7 Simpang Rimba. Kondisi lapangan serba terbatas, terutama untuk memenuhi kebutuhan harian para pengungsi. Posko informasi di lokasi mencatat penanganan masih berfokus pada masa tanggap darurat.
Anggota PWI Basel, Dedy Irawan, menyebutkan bahwa kelompok rentan memerlukan perhatian khusus di tengah keterbatasan logistik pengungsian.
"Contohnya susu balita beserta botolnya, popok, makanan khusus balita, pakaian dalam wanita, handuk dan lainnya," ucapnya.
Selain kebutuhan logistik, Dedy menuturkan secara psikologis dan kesehatan warga juga butuh penanganan secara khusus. Utamanya anak-anak dan manula yang berada di tenda pengungsian.
Data sementara menunjukkan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah tersebut. Tim gabungan masih terus memperbarui hasil identifikasi dan pendataan korban maupun kerugian material.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemkab Bangka Selatan mengumumkan masa tanggap darurat sejak peristiwa terjadi. Status itu menjadi dasar mobilisasi bantuan dan penanganan pengungsi lintas instansi.
Meski tenda dan dapur umum sudah beroperasi, kebutuhan para pengungsi belum sepenuhnya terpenuhi. Posko informasi lapangan menyebut bantuan dari semua pihak masih diperlukan untuk menutup kekurangan di lokasi.
Pemikiran bersama juga dibutuhkan untuk menyusun langkah pasca tanggap darurat. Warga yang kehilangan rumah perlu kepastian tempat tinggal dan pemulihan ekonomi setelah masa darurat berakhir.