BNI dan PBSI Klaim Regenerasi Bulu Tangkis Berjalan, Alwi Farhan Tembus 10 Besar Dunia

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:23:31 WIB
Atlet tunggal putra Indonesia Alwi Farhan melesat dari peringkat 46 dunia pada Januari 2025 ke posisi 10 besar dunia pada Oktober 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Tunggal putra Alwi Farhan melonjak dari peringkat 46 dunia pada Januari 2025 ke posisi 10 besar pada Oktober 2026, salah satu bukti nyata regenerasi bulu tangkis Indonesia yang diklaim berjalan sesuai target. Lompatan serupa ditunjukkan Moh. Zaki Ubaidillah dan pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang sama-sama merangsek ke jajaran elite dunia.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bersama Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia menegaskan komitmen pembinaan atlet muda yang telah berjalan lebih dari lima tahun. Kerja sama ini menyasar kompetisi dari tingkat daerah hingga ajang internasional, dengan hasil yang mulai terlihat pada peringkat dunia sejumlah pemain muda.

Alwi Farhan Pimpin Lompatan Peringkat Tunggal Putra

Alwi Farhan menjadi contoh paling mencolok. Peringkatnya melesat dari 46 dunia pada Januari 2025 ke posisi 10 besar pada Oktober 2026. Capaian itu menempatkannya sebagai salah satu tunggal putra Indonesia yang bersaing di papan atas dunia.

Peningkatan signifikan juga dicatatkan Moh. Zaki Ubaidillah (Ubed) yang naik dari peringkat 158 ke posisi 29 dunia. Sementara ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin merangsek dari kisaran peringkat 500 hingga menempati peringkat 14 dunia.

Okki Rushartomo: Bukan Medali, Tapi Munculnya Talenta Muda

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan munculnya talenta muda di jajaran elite dunia menjadi indikator utama keberhasilan sistem pembinaan yang berkelanjutan.

"Yang membuat kami optimistis bukan hanya jumlah medali yang diraih, tetapi bagaimana kita melihat semakin banyak atlet muda Indonesia berkembang dan mulai masuk ke persaingan papan atas dunia. Bagi BNI, inilah salah satu indikator bahwa proses pembinaan dan regenerasi perlu terus dijaga secara konsisten," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

775 Atlet dari 34 Provinsi di Kejurnas PBSI 2025

Sebagai mitra strategis PBSI selama lebih dari lima tahun, BNI mendukung rangkaian kompetisi pembinaan. Salah satunya lewat wondr by BNI Kejuaraan Nasional PBSI 2025 yang melibatkan 775 atlet dari 34 provinsi.

Dukungan juga diberikan untuk partisipasi atlet di sejumlah kejuaraan bergengsi sepanjang 2026, mulai dari Indonesia Masters, Badminton Asia Championships, Indonesia Open, Thailand Open, hingga Badminton Asia Junior Championships.

Enam Medali Asian Games Jadi Pijakan Generasi Berikutnya

Okki menambahkan, kolaborasi antarpemangku kepentingan sangat krusial agar pencapaian prestasi, termasuk raihan enam medali di Asian Games, dapat menjadi pijakan melahirkan generasi juara baru secara berkesinambungan.

"BNI meyakini bahwa membangun juara bukan hanya tentang mencapai kemenangan hari ini, tetapi juga memastikan adanya generasi berikutnya yang siap melanjutkan prestasi Indonesia," tegasnya.

Bagi PBSI, deretan kenaikan peringkat ini menjadi modal menghadapi siklus kompetisi berikutnya. Sejumlah nama yang kini menembus 30 besar dunia diproyeksikan mengisi skuad utama di turnamen-turnamen BWF sepanjang musim mendatang.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top