JAKARTA — Volume angkutan retail KAI Logistik pada triwulan III 2026 tercatat tumbuh sekitar 14 persen secara tahunan. Angka tersebut melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 18.711 ton.
Peningkatan ini menandai permintaan layanan logistik berbasis kereta api yang terus berkembang, terutama untuk segmen retail. Konektivitas jaringan kereta api menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan tersebut.
KAI Logistik menempatkan angkutan retail sebagai salah satu lini bisnis dengan performa paling menonjol pada triwulan III 2026. Pertumbuhan volume secara tahunan menunjukkan segmen ini tidak hanya stabil, tetapi juga bergerak naik.
Perusahaan menilai tren tersebut sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan bisnis retail di masa mendatang. Kebutuhan masyarakat terhadap pengiriman barang melalui jalur kereta api dinilai terus meningkat.
VP Commercial KAI Logistik, Ferdian Pardosi, menyebut pertumbuhan volume angkutan retail sebagai indikator positif bagi perkembangan bisnis perusahaan.
"Pertumbuhan volume angkutan retail pada triwulan III menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik terus berkembang. Hal ini menjadi peluang bagi kami untuk terus memperkuat KALOG Express, baik dari sisi jaringan, kapasitas maupun kemudahan akses bagi pelanggan," ujar Ferdian.
KALOG Express menjadi salah satu layanan yang akan diperkuat, baik dari sisi jaringan maupun kapasitas angkut. Kemudahan akses bagi pelanggan juga menjadi bagian dari penguatan tersebut.
Pertumbuhan angkutan retail turut mencerminkan semakin besarnya peran konektivitas jaringan kereta api dalam mendukung distribusi barang. Jaringan yang terhubung antardaerah membuka peluang pengiriman yang lebih efisien.
KAI Logistik menilai kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang didukung jaringan kereta api masih akan terus berkembang. Perusahaan akan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi di segmen retail.