PANGKALAN BALAI — Sebanyak 65 wisudawan dan wisudawati dari tiga fakultas resmi menyelesaikan pendidikan sarjana dalam prosesi wisuda perdana ITBN Banyuasin. Netta menyebut momen itu sebagai titik awal penerapan ilmu, bukan garis akhir pendidikan.
"Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi merupakan awal untuk mengimplementasikan ilmu dan kemampuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan," ujar Netta.
Menurut Netta, tantangan dunia kerja dan usaha saat ini jauh lebih rumit dibanding dekade sebelumnya. Lulusan sarjana dituntut punya karakter kuat, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
Kemauan terus belajar dan mengembangkan inovasi dinilai sama pentingnya dengan nilai akademik. Tanpa itu, kata dia, sarjana berisiko kalah bersaing di pasar kerja yang berubah cepat.
Netta memandang Kabupaten Banyuasin menyimpan potensi ekonomi yang bisa digarap lulusan perguruan tinggi. Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kuliner, hingga industri fesyen masuk daftar yang ia soroti.
"Kita memiliki banyak sekali potensi dari berbagai bidang, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, kuliner, fesyen, dan masih banyak lagi. Tentu ini menjadi modal yang bagus untuk kita kembangkan," ungkapnya.
Berbagai sektor itu, menurut Netta, bisa menjadi lahan merintis usaha sesuai kompetensi dan bidang ilmu masing-masing sarjana.
Netta mengingatkan para lulusan agar tidak terpaku pada keinginan mencari pekerjaan setelah lulus. Ia mendorong sarjana membangun usaha yang berpotensi menyerap tenaga kerja sekitar.
"Jadi, para sarjana jangan malu dan takut terjun ke dunia entrepreneur. Harus melihat peluang, dengan begitu dapat menjadi pembuka lapangan pekerjaan sesuai dengan jurusan yang kita bidangi. Tidak ada yang tidak mungkin, yang penting tetap semangat berinovasi dan visioner," tutur Netta.
Netta juga mengapresiasi peran ITBN Banyuasin dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kabupaten itu. Ia berharap kualitas pembelajaran terus ditingkatkan agar lulusan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja.
"Pemerintah Kabupaten Banyuasin tentu sangat mendukung kemajuan pendidikan tinggi. Kami berharap para lulusan dapat menjadi generasi yang produktif, mampu menciptakan peluang, membuka lapangan pekerjaan, dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Banyuasin," katanya.
Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, lanjut Netta, perlu terus diperkuat untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.