PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel Kurniawan menyatakan penguatan brigade pangan petani milenial menjadi langkah penting untuk mengatasi ancaman krisis regenerasi petani di daerah itu. Brigade pangan berperan sebagai ujung tombak pendampingan petani muda di kabupaten dan kota.
Menurut Kurniawan, jumlah petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat 122.886 orang berdasarkan data kelembagaan pertanian per Agustus 2026. Petani itu tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur, dan Kota Pangkalpinang.
Meski jumlahnya cukup besar, komposisi petani didominasi kelompok usia tua. Kondisi itu diperparah keterbatasan jumlah brigade pangan di beberapa wilayah, terutama Bangka Tengah dan Pangkalpinang.
Kurniawan menjelaskan brigade pangan merupakan kelembagaan usaha pertanian yang beranggotakan petani muda. Wadah itu menjadi ruang bagi petani muda untuk bersinergi dalam pengelolaan usaha tani.
"Brigade pangan ini merupakan kelembagaan usaha pertanian yang beranggotakan petani muda dan menjadi wadah bagi petani muda untuk bersinergi dalam pengelolaan usaha tani di daerah ini," katanya.
Penguatan kelembagaan dinilai penting untuk memperluas peran brigade pangan sebagai pendamping petani milenial. Perluasan itu menyasar daerah yang belum memiliki cukup brigade pangan.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperbanyak brigade pangan. Langkah itu untuk menumbuhkan minat generasi muda menekuni usaha pertanian.
"Kami terus mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk memperbanyak brigade pangan ini, guna menumbuhkan minat generasi muda dalam menekuni usaha pertanian ini. Jangan sampai terjadi krisis petani dalam mengembangkan potensi pertanian, perkebunan dan peternakan di daerah ini," ujarnya.
Kurniawan berharap penguatan kelembagaan petani milenial menjadi instrumen strategis pemerintah daerah mendorong keberhasilan program swasembada pangan di Kepulauan Bangka Belitung.
"Penguatan BP petani milenial ini penting untuk mengatasi ancaman krisis regenerasi petani di daerah ini," katanya.